Dawai

Hatiku mengembara

Mencari tempat yang dulu singgah

Kutemukan dirimu

Dalam alunan gitar yang merdu

Pada malam itu 

Hanya ada gitar dan aku 

Kisah itu belum usai

Sehingga ku tinggalkan jauh

Ketika dadaku tak lagi bergemuruh

Saat ada yang menyebut namamu

Benar telah enyah

Bahkan hingga kini

Dawai gitar melantunkan lagumu

Lagu yang pernah kau nyanyikan, padaku.. 

Hidupku terlalu bahagia 

Hingga celah-celah yang dulu menggetarkan dada

Telah semerbak di kuburan cinta

‘is listening bila engkau by Flanella’ 

Iklan

Renta

Ada banyak hal yang ketika aku harus pergi, maka akan terasa berat tuk ku tinggalkan.. di dunia yang begitu indah aku berpijak.. semilirnya angin, rintik hujan, sejuknya udara pagi, juga malam yang begitu teduh dan.. sepi.. Lanjutkan membaca “Renta”

Surga Cinta

Cintapun mulai cemburu pada waktu yang kian memburu, detak-detak arah jarum waktu mewakili debaran hati yang kini memacu, aku tak pandai dalam memilih rindu, ingin setiap waktuku adalah kamu dengan kecup-kecup syahdu di keningku, dayaku tak lagi kuasa membendung kasihku, yang kini mulai digelombangkan oleh pasir-pasir yang kian berisik di laut, bahteraku kadang terkoyak, tak jarang terombang-ambing.. Lanjutkan membaca “Surga Cinta”

Kado Pernikahan dari Tuhan

Aku percaya tiap kasihNya menyeruak di celah-celah terkecil sekalipun, setiap derita diganti dengan kebahagiaan seperti firmanNya, tapi aku tidak menilai hal-hal yang sedikit tidak bisa diterima di hati kecilku sebagai derita atau bahkan ujian, aku lebih menganggapnya sebagai takzir atau semacam hukuman atas kesalahanku yang lalu, yang tidak kusadari, atau barangkali aku pernah menyakitiNya secara tidak sengaja, lalu pukulan datang menghantam takdirku.. Maka sungguh aku bersimpuh memohon ampun, bukan ingin diganti takziranku dengan keringanan berupa kebahagiaan, namun aku meminta maaf kepadaNya atas perlakuan memalukanku dihadapanNya..

Lanjutkan membaca “Kado Pernikahan dari Tuhan”

Belajar

belajar menjadi bukan diri sendiri untuk memahami yang lain, sebagaimana hujan di saat ini yang harus tega merintiki bumi dengan derasnya sebab takdir hujan harus jatuh dan bumi harus menjadi basah.. bumi tak kan pernah tau jika bisa jadi hujan menyimpan iba, tak tega membiarkan airnya terburai, jatuh, kadang membanjiri, menenggelami, menyesakkan… hujan itu cintaku, bumi itu kasihmu..

Rain Heart

Rintik hujan membawa kabar yang membuatku gigil serasa diguyur rindu, barusan saja hujan turun dan barusan saja aku mendiskusikan tentang “jembatan”, seperti itulah yang dikatakan oleh seorang bapak dari pandawa lima yang sedari tadi menelfonku membawa kabar gembira, ku meraba ceruk otakku, Lanjutkan membaca “Rain Heart”

Senjaku Tenggelam

Surau yang tak biasa kuhadiri sepertinya ingin mendekapku sejenak disana, mungkin dia cemburu pada singgahku yang laksana istana kutiduri dengan lelap sehingga tak pernah kupedulikan hingar adzan di setiap lima waktu yang kata mereka adalah perjumpaan manusia dengan Tuhan, atau barangkali surau itu merasa tak ada lagi pengunjungnya disana.. Maka dipanggillah aku oleh surau itu, lalu aku menghampirinya, kupikir hanya 3 rakaat tak kan menyita waktuku meskipun melawan rasa malas naik turun tangga menuju surau.. Lanjutkan membaca “Senjaku Tenggelam”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑