Rinduku dimana?

Rinduku perlahan di ambang semu
Mencercah segala pilu
Tetiba hilang duka luka
Pun cinta mengatup sepi
Menguncup di ujung senja

Ketika kuremah cinta
Dia menjadi agung di pekuburan
Tak mati juga tak hidup
Hanya lebur bersama tanah basah air mata
Oh, rupanya cinta terbiasa diam
Merapatkan resah bersama kekasihnya, Rindu..
Hingga tak saling bersuara
Tak saling merasa
Kumpulan puisi mulai punah
Tak lagi tertulis di hati siapa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s