Mati

Tidak ada debaran lagi
Sekalipun lautan cintanya mengombak
Mencemburuiku..

Adalah engkau
Yang selalu kusebut di penghujung sujud
Kiranya menyapaku kembali dalam sekilas rintik hujan
Yang menyentuh rasaku

Terpejam mataku
Dan engkau kelam ditikam kenangan
Tidak ada detakan lagi
Yang dulu berdenyut cepat saat namamu ku pagut

Terkuburlah engkau
Tapi tidak di tanah hatiku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s