Aku Rindu KopiMu (2)

Tuhan, terima kasih untuk nafas ini, untuk pendengaran dan penglihatan ini, untuk cinta dan kasih sayang yang luar biasa ini..

Tuhan, seandainya boleh memilih, aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan..

Tuhan, haruskah mendapatkan kerelaanMu dengan sesakit dan sehimpit sesak dada ini?

Ribuan ayat ku selami, ratusan nasehat ku resapi, adakah tanganMu sesegera membelai pipiku ini?

Tuhan, semakin bodohkah aku.. Jika hukuman atau cobaanMu ini senantiasa menderaikan air mata ini

Tuhan, aku rindu kedamaian hati, tempat dimana aku senantiasa ngopi, sambil mengalunkan lagu sedih, lalu aku menangis dalam bahagia yang dibalur luka

Kini aku tak mampu lagi, tak mampu lagi, tak lagi..

Iklan

3 thoughts on “Aku Rindu KopiMu (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s