asmara terluka

waktu segeralah berlalu
jemput aku dalam alam sendu
rebahkanlah sejenak punggungku
yang memikul keranda rindu

ibu peluk aku
dalam maya kalbumu
agar aku menuju
pada rehat yang pilu

bapak bawa aku
dalam buai senyummu
biar enyah peluhku
menanggung drama biru

dan di saat ku menemu cinta
aku telah kehilangan surga
dalam keabadianku kekasih,
adalah rindu yang hampir mati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s