Teduh

Memandangmu dengan begitu dalam buatku meluapkan air mata yang tak mampu lagi ku tampung di samudra cintaku, menatapmu tampak begitu lelah membuat kertas hatiku tak terbaca, buram oleh genangan yang berakhir dengan linangan.. aku menyeka kembali, meneteskan kembali rintik-rintik nurani, engkaukah itu? Yang tak pernah kusangka jadikanku segila ini dalam mencinta..

Engkau, dunia terindah yang aku singgahi.. luas cintamu membebaskanku melukis rinduku, adalah engkau doa yang kulangitkan,, menyeruak ke seluruh penjuru, bidadaripun mulai cemburu padaku saat kukecup jemarimu, melingkarkan lenganku mendekap kehangatan kasihmu. Engkau, adalah keteduhan, tempatku bernaung dari sΔ™gala dendam yang perlahan senyap terkulai di pelukan, lerai dari kegelisahan, rebah dalam senyuman..

Iklan

7 thoughts on “Teduh

  1. Sore yang cerah. Langit yang sama. Kita yang berbeda. Aku mengemasi kenangan kenangan kita dengan rapi lalu kukikat dengan pita merah muda ke dalam sebuah kotak. Kemudian kotak itu kujejalkan di sudut kosong dalam ruang hatiku yang koyak. Setelah selesai, aku mencoba menikmati transformasi senja dari balkon kamarku. Sambil membersihkan sampah sisa air mata yang masih menggantung di pelupuk mata. Buat apa menangis? Bukankah ini yang terbaik? Kalau Tuhan ingin kita bersama, toh nanti akan balik lagi.. Aku menggumam membesarkan hati. Sama sekali tidak membantu menghilangkan rasa sakit yang meraja. Aku kembali menengadah menatap langit. Jingga nya menyihirku. Seharusnya kamu ada di sini. Dengan jemari kita bertaut, bersama memandang magisnya semesta. Seharusnya kamu di sini. Menawarkan pundakmu yang teduh untuk sekedar aku sandari. Seharusnya kamu masih di sini. . Masih membiarkan hatimu aku singgahi. Tapi sialnya, kenyataan menjadi Raja di sini. Aku hanya budak yang bisu dan tuli. Ini, aku kirimkan secangkir rindu lewat pos mimpi. Semoga tidak retak dan masih utuh saat kau bagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s