Menyapu Rindu

Aku di alam kebimbangan mencari sebuah definisi tentang hati, penyelaman yang begitu dalam tak sanggup menemukan palung terka arti, apalah aku sanggup menyelam lagi hingga ke dasar, yang semakin ku dalami semakin kuberfikir tentang adanya kegelapan nan sunyi, ujung yang mungkin tak tertembus oleh batinku sendiri, tentang aku yang entah mungkin aku hanya sekedar tak berarti untuk kehidupan siapapun, bahkan di kehidupan di kemudian hari yang sulit ku yakini adanya reinkarnasi..

Sampah yang menggunung memenuhiku, namun aku tak siap menjadi yang terbuang, aku masih mencari cahaya dalam kolong kolong yang hitam, siapa yang ingin memungutku aku masih ragu..

Ada jutaan kebahagiaan yang harus kusampaikan pada seluruh yang ada di alam, bahwa jutaan kebahagiaan itu adalah setetes cinta ilahi yang sudi berikanku kehidupan di tengah remuk dan leburnya waktu, aku mengais dengan penuh tangis dan luka cabik, berdendang layaknya padi yang tersentuh oleh belaian angin..

Waktu sampai kapan engkau memburuku, menunggu badanku biru disapu rindu, menyepoi di timangan kisahku, meratapi kebodohanku di ujung semu, hingga mendung menggemuruh, aku masih selalu menunggu, berangan-angan berkasih sendu, dengan kekasihku..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s