Yang tak terlupakan

Penghujung dua ribu sembilan; PANDANGAN PERTAMA

Aku tak tau apa yang terjadi pada hatiku saat pertama ia melihatmu, di secangkir rindu yang kau seduh, aku menghirupnya lalu mereguk seperti aku meyakini bahwa cangkir itu berisi cinta, aku berlalu, dan kau? Aku tak tau.. ada malam-malam di matamu sejak pertama ia meleleh..

Dua ribu sepuluh; DEBAR RINDU

Adalah ketika aku memahami kau sebagai bara rindu meriap api penuh tungku menjadi terang, tak ada samar di antara semesta rasa kita, pada tawamu yang pecah, sementara kau tertusuk serpihan luka yang seumpama engkau kering tanpa nyala, dianpun tetap pendar dengan cahaya di hatimu..

Minggu, empat belas november dua ribu sepuluh; BELAHAN JIWA

Adalah saat aku menyadari betapa embun telah merintiki hatiku, ya.. di tengah gerimis yang menguasa, ketika aku dan kau berteduh di bawah bulan, waktu tak sabar menunggu, dia berteriak-teriak mengepakkan telinga hatimu, memaksa lisanmu mengutarakan, dan rasaku yang sudah menggemuruh di bumi. Menanti cintamu tuk segera deras menghujaniku, kaupun mendekap hatiku dari dinginnya gigil rindu, aku melihatmu dan kau memiliki semuanya dariku dalam sekejap… kau dapati seluruh hatiku, ku curi separuh nyawamu..

Jumat, empat belas januari dua ribu sebelas; PROPOSAL

Tak banyak yang harus ku banggakan darimu untuk membuatmu diterima di kehidupanku, cukup aku membawamu dengan apa adanya dirimu, sebab ku yakin, jika hatiku berkata ya, merekapun berkata ya, aku tak peduli dengan apa kekuranganmu, karena kekurangan dan kelebihanmu telah membentukmu sebagai kau yang kucintai, malam yang teduh meneduhkan wajah mereka, senyumku terkembang siap berlayar menuju jalanmu..

Sabtu, dua puluh sembilan januari dua ribu sebelas; KUNJUNGAN ISTIMEWA

Saat senja yang indah aku duduk di taman bunga crisyan yang tengah bermekaran, sambil mengalunkan tanda kebesaran Tuhan bersama bidadari-bidadari kecilku, aku terpanjat kaget, detak jantungku berpacu, kali ini lebih cepat jika dibanding aku menanti saat-saat kelulusan ujian, rupanya ada yang tengah memberikan kejutan, sejenak aku menjelma menjadi bunga yang sedang rekah sebab dirintiki cinta, disekelilingi kupu-kupu indah yang seolah menyoraki bahagia, ya tentu saja kunjungan perdana yang terlalu istimewa dan tak terduga..

Minggu, dua puluh tujuh maret dua ribu sebelas; PENGHORMATAN CINTA

Seperti rindu yang tak pernah bisa menahan dahaga saat cinta mencoba bersabar dari puasa, tuhan telah menetapkan hari raya untuk cintaku, aku menyebutnya ‘penghormatan cinta’, saat aku mempautkan bendera kasihku di palung jiwamu. Kaupun mengeratkan di dadamu, dan aku telah menyaksikan sekumpulan janji setia tlah merantai erat di debar nadimu..

Sabtu, delapan belas februari dua ribu dua belas; BADAI

Aku mengurai seluruh air mata, mungkin tak terhitung bulirannya, namun aku hanyalah sebuah daun kering yang tengah gugur dari pohonnya, aku tak pernah membenci angin yang meruntuhkanku dari ranting, tak pernah.. biarlah aku tersapu, aku hilang, menghilang seperti angin yang dengan sengaja ataupun tidak menginginkan aku enyah, terima kasih atas sakit yang luar biasa ku derita, biarlah hikmah yang menjadi obatnya.. aku tak pernah melepas, tak pernah.. ini cintaku, ini rinduku dan engkau segalaku, bukan diatasnamakan pengorbanan, tapi ini kehormatan, yang semestinya kulakukan.. engkau tak diam, kita berjuang sayang..aku semakin kuat, aku semakin mencintaimu, engkaupun begitu, tak salah dermagaku berlabuh, padamu..

Sabtu, tiga maret dua ribu dua belas; ISLAH

Aku rasa akan menyulitkan sekali jika mencoba menyatukan minyak dan air, keduanya tak kan mampu bersatu, karena sifat air yang jernih dan sifat minyak yang egois tak bisa disatukan melainkan dengan yang sama dengannya, namun jujur aku ingin merombak teori paten itu, minimal keyakinan yang banyak disepakati dan nantinya diterima adalah, minyak dan air sama sama bisa mengalir, sama-sama beranomali, aku dan kau ibarat benda yang ingin masuk dalam dua jenis benda cair itu, biarlah kita lebur dalam dua benda cair itu, toh nanti kita juga merasakan basah dan merasakan berminyak, namun jika seseorang mengalirkan campuran minyak dan air yang di dalamnya ada kita, maka ku yakin, aku dan kau akan mengalir jua mengikuti campuran air minyak, biarkan saja dulu seperti itu, yang penting kita terlanjur lebur, kan tiba suatu saat air dan minyak saling membutuhkan bukan karena keterpaksaan, untuk masakan yang lezat mungkin? Tinggal kita bumbui saja dengan pas.. kau sepakat, kan sayang?

Jumat, dua puluh tiga maret dua ribu dua belas; KEPUTUSAN

Tak selamanya karang tegar, aku pernah jenuh dengan egomu, aku pernah bosan dengan posesifmu, aku kadang tak sabar dengan naifmu, tapi entah mengapa aku tak pernah lelah mencintaimu, seketika kau membuatku menangis, lalu dengan cepat kau ubah menjadi tawa, saat aku berubah sikap padamu, kau dengan sabar membawaku kembali ke jalanmu, aku patah hati berkali-kali karenamu, namun aku jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama, hanya kepadamu.. aku tak tau, haruskah aku bersedih, berbicara ataukah menangisi kebahagiaanku? Kini aku menjadi mata yang buta, telinga yang tuli, bibir yang bisu, sambil menggenggam tanganmu, ku buka lebar mata hatiku, menatap masa depanku, memahami bahwa aku terlahir dari tulang rusukmu, menuju taman surga kita, yang dengan kasih Tuhan kurekahkan sejuta mawar semerbak wangi rindu untukmu, bersamamu, selamanya denganmu..

TERIMA KASIH

Aku pernah mendambakan seorang laki-laki yang seperti ini dan yang seperti itu, harus begini harus begitu, deretan kriteria sudah ku list dalam catatan filter pilihan hati, tapi sungguh ku tak kuasa berpaling dari takdir Tuhan yang ternyata menjatuhkan hatiku pada lelaki yang jauh dari yang aku inginkan, fasubhaanallah biqodarillah, aku amat sangat begitu mencintainya.. akupun mulai menyadari, bahwa kita tak mampu memprediksi, kapan kita jatuh cinta dan kapan air mata kita jatuh untuk yang dicinta, yang ku tau hanyalah, saat ini aku mencintaimu, dan aku berharap untuk selamanya, sebagaimana doa seorang nabi yang mustajabah untuk umatnya, doa ibuku untukku. “semoga kalian berjodoh dunia akhirat”…. semoga doa ibuku senantiasa menyertai perjalanan cintaku dan dia.. terima kasih rabb, terima kasih ayah, terima kasih ibu, terima kasih untuk semua yang menikmati secangkir rinduku…

Iklan

4 thoughts on “Yang tak terlupakan

  1. seperti inikah pengadilan akhir nanti?

    saat demi saat. tertulis secara rinci.
    kelak, tak se biji zarrah pun tingkah kita yang tak ditampakkan olehNya.

    *eh, keputusannya apa ini ? :D*

    • Yang pastinya keputusan yang bukan keputus(asa)an bang… Hehehe.. Keputusan untuk naik ke pelaminan bang, doanya ya 🙂 sekian lama badai melanda, ia berlalu jua..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s