Rain Heart

Rintik hujan membawa kabar yang membuatku gigil serasa diguyur rindu, barusan saja hujan turun dan barusan saja aku mendiskusikan tentang “jembatan”, seperti itulah yang dikatakan oleh seorang bapak dari pandawa lima yang sedari tadi menelfonku membawa kabar gembira, ku meraba ceruk otakku, menggambar kembali wajahnya setelah beberapa bulan yang lalu adalah perjumpaanku dengannya, gurat-gurat kesabaran dari wajah beningnya menyiratkan maksud mulia, ingin merasuk pada “belukar” yang entah pantaskah jiwa yang belukar itu disandangkan kepada lingkunganku dan sekaligus lingkungan yang pernah menyakiti bapak itu.. Mungkin saking rumitnya.. Barangkali bapak mengikuti sifat welas asih kanjeng Nabi Muhammad yang meskipun disakiti tapi senantiasa memaafkan dan membalas dengan kebaikan? Atau mungkin Tuhan hendak memamerkan tentang kebenaran firmanNya lewat seorang bapak, “dan memaafkan kepada manusia, sesungguhnya Tuhan menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”, “sesungguhnya kasih sayang Tuhan dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan”.. Owh, tak habis kulumat tanda-tanda kebesaranNya dalam setiap peristiwaku..

Terburu aku merinding mengiyakan “jembatan” yang ditawarkan oleh bapak.. Panggilan masuk dari kekasihku berdering di ponselku, dia mendetailkan tentang konsep “jembatan” yang dirancang dengan cantik oleh bapaknya, kini kuanggap bapakku jua,,, aku dan kekasihku bagaikan dua titik nan jauh, di antara dua titik tepat dibawah adalah jurang ujian yang dimaksudkan Tuhan seberapa kuat kami akan menjalani tanpa harus terjatuh, tanpa harus terpisah dan tanpa harus saling menyakiti? Lalu bapak hadir ingin menjadi “jembatan”, yang namanya jembatan ya meskipun terasa sakit diinjak-injak demi sampai pada tujuan pejalan kaki tetap saja tak pernah protes, betapa jasa sebagai “jembatan” tak bisa dianggap sepele, pengorbanan yang luar biasa.. Tak lama langsung memburai air mataku, membayangkan keelokan jiwa bapak, aku mendesah, jantungku berdegup kencang.. Bapak… Dengan apa aku harus menggantinya? Cintaku kepada putramu mungkin tak sebesar cintamu pada kekasihku..

Bapak, semoga “jembatan” yang engkau tawarkan merupakan ilham Tuhan yang bermaksud untuk menyatukan dua kekasih yang tengah sekarat cinta ini.. Gusti, aku senantiasa mengandalkanMu…

Iklan

2 thoughts on “Rain Heart

  1. Amin … semoga terwujud impiannya lewat jembatan yg ditawarkan bapak itu.

    aku juga pernah bertemu orang seperti bapak yg menawarkan jembatan ini, sungguh mulai hatinya, selalu menolong ornag tanpa pamrih termasuk juga menolong ornag yg pernah menjelek jelekkan bapak itu sendiri, terkadang aku pikir hatinya memang lapang sekali dan aku harus belajar seperti beliau walau memang tak mudah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s