Terguna-guna Cinta

Seorang wanita yang tengah galau mencurahkan isi hatinya padaku, bahwa dia sudah tidak senormal dulu, ada yang mengendalikan dirinya, sebut saja wanita itu nirmala, nirmala adalah gadis dari keluarga yang berada, ayahnya cukup disegani di lingkungannya, dia kini tidak sebebas dulu, dia dikurung dalam satu bilik karena terguna-guna oleh seorang lelaki, keluarganya sudah 3x meruqyahnya, nirmalapun mengakui jika dia benar-benar terguna-guna, “ada yang aneh memang dalam diriku, rasanya aku ingin keluar terus, dan aku hanya tunduk pada seseorang, ya tunduk pada dia.. Seorang santri putra dari pesantren di Jawa Timur yang menguna-gunaku, untung batinku tak kena juga, coba kalau kena aku tak tau jadi apa aku sekarang mbak”..

Dengan penuh penyesalan dia menceritakan kisahnya padaku, untuk kasus ini nirmala mengaku hanya sekali saja bertemu dengan lelaki itu, lalu dia begitu ngebet dengan lelaki itu, disamping dia juga sakit-sakitan seperti orang gila yang tak bisa dikendalikan… Hari kemaren adalah hari terakhir dia ruqyah, dan aku bersyukur pada Tuhan dia akhirnya lepas dari guna-guna itu.. Sempat kutanyakan padanya, apakah betul terguna-guna ataukah memang murni cinta? Setauku cinta memang bisa membuat gila, dan bukan cinta jika tidak gila.. Tapi dia mengatakan bahwa dia benar terguna-guna, kalaupun ini murni cinta, maka mungkin hanya jiwanya saja yang tunduk, hati kecilnya pun tunduk, tapi untuk hal ini? Batinnya menolak..

Ah, cinta macam apa yang ingin direbut oleh kang santri dari nirmala? Cinta itu suci. Apapun yg suci tidak bisa masuk dari pintu yg hina. Menipu, guna-guna itu hina. Maka cinta yang dibangun diatas kebohongan, hipokritisme, juga guna-guna selalu tak abadi. Sungguh durjana menilai cinta sekedar mantra.. Kisah nirmala ini seperti cubitan kecil di pipiku yang aku ingin membedakan apakah ini nyata ataukah ini mimpi? Kisahnya hampir sama dengan kisahku, ya tentang guna-guna cinta itu..

Aku telah lama menjalin hubungan cinta dengan kekasihku, sungguh-sungguh sederhana cintaku dan dia, aku dan dia dipertemukan dalam sebuah warung kopi, kopi yang dia pesan ku reguk lebih dulu karna aku sudah dahaga kopi, dan di awal regukan kopiku di cangkirnya itulah aku menemukan kehangatan cinta, pekatnya kasih sayang dan nikmatnya menjadi seorang wanita yang memiliki rasa cinta.. Lebih pasnya dikatakan love at first sruput.. Ya aku jatuh cinta pada kekasihku dari awal aku melihatnya, berlanjut dengan ngublek-ngublek cangkirnya… Lalu? Dengan lancang seseorang mengatakan aku tlah terguna-guna oleh kekasihku? Bagaimana bisa kalamnya begitu konyol seperti itu? Sudah kukatakan cintaku adalah murni cinta, dan ini cinta gila? Ya, aku belum pernah merasakan rindu yang begitu dahsyatnya seperti ini? Perasaan yang tak pernah ku duga sebelumnya, mereka menawarkanku sesosok yang mungkin seribu kali lebih baik dari kekasihku, tapi? Cinta tidak memilih yang lebih baik bukan? Jika cinta memilih yang lebih baik aku pasti akan meninggalkannya lalu mencari lagi dan pencarianku tiada akhir? Aku sudah menjelaskan tentang konsep tujuan dan pilihan pada mereka..

Kekasihku itu tujuanku, bukan pilihanku.. Karna sampai kapanpun yang menjadi tujuan akan dikorbankan mati-matian.. Ingat dengan cerita sun gokong dan gurunya? Yang tujuannya adalah mencari kitab suci? Apapun aral yang melintang pasti akan dilawan.. Mereka tetap tidak percaya, tetap mengatakan bahwa aku terguna-guna… Hingga perlawananku membawa bendera kesucian cinta tak dihargai? Akupun tak mau menyerah meski fisikku tak luput diserang setelah mencabik-cabik hatiku, dengan tegar aku bermihnah cinta.. “Baiklah aku mengaku terguna-guna, tapi aku menantang sesiapapun juga, baik itu orang pintar, paranormal, dukun bahkan kyai sekalipun untuk melepaskan guna-guna cinta yang maha dahsyat ini”.. Lalu? Hari demi hari berlalu, bulan berganti, tahunpun berganti, dan nyatanya? Tidak satupun yang mampu melepas guna-guna cintanya padaku.. Oh haruskah aku bersumpah mati bahwa ini adalah cinta yang murni? Yang asli? Yang benar-benar diizinkan oleh Gusti Allah tersemat di hatiku? Tak ada satupun yang dapat menolak takdir Tuhan, lho? Aku mengatakannya dengan begitu lantang sedikit mengejek mereka tentang perlawanan guna-gunanya padaku.. Kulanjutkan, sudah sampai begitu saja? Apa tidak ada jurus lain untuk melepaskan guna-gunaku? Sementara mereka ditelan lelah dalam sulut kalam fasad..

Aku, menjalin hubungan cinta dengan kekasihku sampai sekarang, yang kata mereka aku terkutuk sebab cinta terlarang, tapi hasutan dari jiwa-jiwa yang buruk, tuduhan dari hati-hati yang busuk takkan selamanya abadi, kesabaranku, pengorbanannya, doaku dan doanya, yakinku Tuhan tidak pernah tidur, Dia tak membiarkan dua orang hambanya yang tengah ‘terguna-guna cinta’ berada dalam kesengsaraan karna menanggung rindu dan menanti kehalalan dalam sakral pernikahan, di relung-relung hati, di tiap sujud, kulafalkan sebuah doa, namamu di akhir namaku.. Biarlah jika aku dianggap gila karna guna-guna cinta, maka dengan tegas kukatakan bahwa “aku benar-benar terguna-guna oleh cintanya…”

Iklan

5 thoughts on “Terguna-guna Cinta

  1. membaca tulisanmu ini dr awal sampai akhir kok hatiku jd ikut berdebar ya …. tahu knp

    aku pernah melihat dgn mata kepala sendiri seorang gadis cantik, dr anak org sangat kaya tergila gila sama tukang kebunnya sendiri yg bisa dibilang spt bapaknya dan sdh punya anak istri …. org semua bilang gadis itu terguna guna, samapi kasihan aku melihatnya karena keadaanya sudah porak poranda, wajahnya sudah jauh terlihat tua dari usianya, entah diguna guna i atau tidak aku nggak tahu

    rasanya bicara ttg cinta .. memang orang lain nggak bisa bgt saja ikut campur ya, siapapun itu, karena mereka tidak berada dalam posisimu sekarang, andai mereka bisa sedikit saja membayangkan berada dalam posisimu maka akan berpikir berkali kali dulu sebelum berbicara

    urusan cinta memang menjadi tanggung jawab yg menjalani, baik atau buruk mereka yang akan menanggung sendiri, jd menurutku tiap orang yg sedang menjalani cinta itu tahu persis apa yg mereka lakukan, baik cinta buta, cinta kr guna guna mungkin dsb, rasanya orang tersebut lah yg bertanggung jawab, yg lain mungkin hanya bisa melihatnya dr luar

    kalau menurut pendapatku pribadi, selama kita mau bertanya sama yg di atas siapa pria yg terbaik dan tepat untuk kita , maka akan ditunjukkan *pengalaman pribadi*, karena yg di atas itu bisa benar benar melihat satu persatu makhluknya karena berada di posisi vertikal, sedang kita kita yang hidup di dunia ini hanya bisa menebak nebak karena kita tinggal secara horizontal, dan tebakan itu bisa benar dan bisa juga salah , jadi sebaiknya memang bertanya sama yg di atas, agar kita nggak membuang waktu sia sia dengan orang yang salah yg menurut kita sudah benar tapi tdk menurut yg di atas.Berdialog vertikal di sepertiga akhir malam adalah cara yg paling ampuh untuk itu *sudah aku buktikan* dan aku dikirimi oleh Allah lelaki yg luar biasa, lelaki terbaik menurutNya

  2. mbak, yang kukutip dari mbak

    “rasanya bicara ttg cinta .. memang orang lain nggak bisa bgt saja ikut campur ya, siapapun itu, karena mereka tidak berada dalam posisimu sekarang, andai mereka bisa sedikit saja membayangkan berada dalam posisimu maka akan berpikir berkali kali dulu sebelum berbicara”

    it’s amazing… kata-kata mbak bener2 meneduhkan hatiku..

    waaaauuuh,,, mbak ely.. aku sangat kagum dengan mbak.. sebenarnya ini -benar kata mbak ely- ada seseorang yang ikut-ikut campur tentang jodohku, ya mungkin kurang suka dengan hubunganku yang mana kami saling mencintai, sekarang ini aku hanya bisa berdoa semuga Tuhan lekas memberikan jalan yang terbaik buatku dan dia, tanpa harus menyaliti siapapun…

    semoga aku juga seberuntung mbak ely, Tuhan menjodohkanku dengan lelaki yang luar biasa juga terbaik menurutku dan menurutNya..

    buat mbak ely, semoga rumah tangganya langgeng sebagaimana kakek albert dan nenek anna, dan seperti fatimah dan ali πŸ™‚

    thnx mbak πŸ™‚

    *semangat baru

  3. Wah .. aku merasa tersanjung nih … sebenarnya mungkin karena aku terbiasa menempatkan diri di posisi orang lain sebelum aku mengucapkan sesuatu, baik nasehat, kriitkan dsb, karena malulah .. kalau belum tahu apa yg sebenarnya terjadi pada orang lain siapapun itu terus aku ngomong seenaknya seperti merasa sudah tahu apa yg terbaik buat orang itu, sombong sekali mnrtku, hal ini aku pelajari secara tak langsung dr suamiku, jadi lebih baik dipikir berkali kali dulu sebelum bicara, apalagi menasehati dan memberi saran orang lain, siapapun mereka, krn takut salah dan malah menyakiti orang lain.

    Amin … terima kasih banyak doanya ya….

    semoga kamu dan pujaan hati juga akan meraih apa yang kalian impiankan … jangan pernah pantang menyerah, karena kamu tidak sendirian tapi ada yang mendampingi , beban pasti terasa lebih ringan jika dihadapi berdua

  4. senang sekali bisa memiliki suami yang jadi panutan πŸ™‚ terima kasih mbak ely atas motivasinya juga doanya πŸ™‚

    aku amini ratusan kali…. amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s