Secangkir rindu, untukmu. . 

Banyak kenangan yang abadi dalam ingatan

Tidak ingin kuhapuskan

Semuanya masih terasa dekat

Seperti aku menyentuh masa lalu

Tentang cinta dan cita

Yang kuperjuangkan lewat doa

Aku tak bisa melupakannya

Air mataku, rintihanku, permohonanku

Semuanya terasa derita yang begitu sempurna

Yang ingin selalu ku dendangkan dalam lagu jiwa

Aku masih seperti yang dulu

Yang masih menyimpan kisah pilu

Kisah yang terlupakan oleh selainku

Abadi di rasaku

Rinduku dimana?

Rinduku perlahan di ambang semu
Mencercah segala pilu
Tetiba hilang duka luka
Pun cinta mengatup sepi
Menguncup di ujung senja

Ketika kuremah cinta
Dia menjadi agung di pekuburan
Tak mati juga tak hidup
Hanya lebur bersama tanah basah air mata
Oh, rupanya cinta terbiasa diam
Merapatkan resah bersama kekasihnya, Rindu..
Hingga tak saling bersuara
Tak saling merasa
Kumpulan puisi mulai punah
Tak lagi tertulis di hati siapa

Dewi

Ada saat dimana seorang wanita merasa cemburu, mungkin bukan sebab ada wanita lain di sisi kekasihnya, tetapi ini tentang hati, aku ingin membisikkan kepada hatimu, “aku tidak cemburu jika kau mencintai yang lebih cantik dariku, sama sekali tidak, tapi aku akan sangat cemburu jika kau mencintai seorang wanita yang akhlaknya begitu mulia, yang menundukkan pandangannya dari lelaki yang bukan mahromnya, yang suci hatinya”, tentu saja aku akan cemburu dengan wanita-wanita shalihah yang kau cintai, itu artinya aku adalah wanita yang buruk dan perlu banyak berbenah diri. Tapi ketika kau mencintai wanita yang cantik, yang jauh lebih cantik daripada aku, itu tandanya kau menunjukkan kualitasmu sebagai seorang laki-laki dan takaran hatimu sebagai seorang kekasih.. ada kecantikan yang membuat seseorang berdesir hatinya, namun ada kecantikan yang membuat orang lain berfikir seribu kali untuk sekedar mencintai..

Nurani

Kematian adalah sunyi senyap hasrat dan gerak, kehidupan yang ada tidak lebih sebagai tempat jiwaku mampir yang sejujurnya enggan berada, ingin lesat segera, dimana tidak ada hingar bingar, tidak bersikap manis, tiada tawa , tiada resah, tidak ada khawatir tidak ada takut, bahkan cemburu pada kehidupanku sendiri.. Baca lebih lanjut

Mati

Tidak ada debaran lagi
Sekalipun lautan cintanya mengombak
Mencemburuiku..

Adalah engkau
Yang selalu kusebut di penghujung sujud
Kiranya menyapaku kembali dalam sekilas rintik hujan
Yang menyentuh rasaku

Terpejam mataku
Dan engkau kelam ditikam kenangan
Tidak ada detakan lagi
Yang dulu berdenyut cepat saat namamu ku pagut

Terkuburlah engkau
Tapi tidak di tanah hatiku

Bosan

Hari ini aku terlalu lelah, ayah.. menghadapi dunia.. tentang cinta itu, aku masih bisa bertahan, percayalah padaku.. pilihanku tentu saja terbaik..

Tapi hari ini aku sungguh lelah ayah, menghadapi hidup.. lelah sangat, tak bisa ku gambarkan ayah.. aku sangat lelah.. Baca lebih lanjut